Varela Absen Bela Eintract Frankfurt, Kira-Kira Karena Apa Ya?

Varela Absen Bela Eintract Frankfurt, Kira-Kira Karena Apa Ya?

Varela Absen Bela Eintract Frankfurt, Kira-Kira Karena Apa Ya? – Gara-gara tato, defender Eintract Frankfurt, Guillermo Varela, di konfirmasi takkan bisa dimainkan pada final DFB Pokal. Apa ya sebabnya? Varela sedianya menjadi satu dari banyak pemain yang disiapkan Frankfurt demi tampil saat final DFB Pokal kontra Borussia Dortmund di Olympiastadion, Berlin, hari Sabtu (27/5). Tetapi beberapa hari menjelang laga vital itu, Varela membikin tato pada lengan kanannya. Hal tersebut menjadikannya cedera dan tak bisa tampil.

Media dari Jerman, Kicker, memberitakan kalau bagian yang di tato mendapati infeksi lantaran jarum suntik yang merajahi lengannya. Hal tersebut dikonfirmasi oleh tim. “Bertentangan daripada instruksi dari manajer kepala Niko Kovac, Varela bikin tato ketika libur pada hari Senin dan saat ini terkena infeksi,” tutur direktur klub Fredi Bobic. Keadaan itu pun menjadikan Frakfurt diberitakan berpikir ulang guna memperbaharui masa pinjaman Varela, secara mempertimbangkan perilaku indisipliner si pemain.

“Perilaku semacam ini amat lalai lalu membuat harmonisasi setiap tim terganggu. Klub tak mampu mentolerir pemain yang tidak mengindahkan laga penting semisal itu dari instruksi manajer dan dokter, sahut Bobic. “Varela di pinjamkan MU di musim panas 2016, kontraknya tetap ada hingga 30 Juni tahun ini. Kami telah memikirkan kemungkinan menambah peminjamannya.” “Ini bukanlah masalah lagi, Guillermo segera disanksi segera, dia pula akan mendapatkan sanksi pribadi yang rumit,” tutup pengungkapan Bobic. Musim ini, Varela sering tampil sebanyak 10 kali buat intract Frankfurt. Rinciannya, 7 laga Bundesliga dan 3 DFB Pokal.

Bek Tengah Dortmund Dambakan Gelar Juara, Akankah Meninggalkan Westfalenstadion?

Sokratis Papastathopoulos buka peluang meninggalkan Borussia Dortmund musim panas. Sokratis sangat menginginkan bisa merengkuh gelar juara. Bek tengah Yunani tersebut melakoni musim keempatnya berkostum Dortmund, usai pindah dari Werder Bremen musim panas 2013. Tapi, sampai sekarang Sokratis hanya mendapatkan 2 Piala Super Jerman alih-alih gelar kompetisi utama. Dortmund kesusahan guna menjadi pesaing Bayern Munich di turnamen domestik, manalagi menghadapi persaingan di tingkat Eropa seiring bintang-bintangnya yang pergi.

Sokratis masih milik sisa kontrak 2 tahun di Westfalen. Namun, Sokratis bakal mempertimbangkan masa depannya pasca musim ini tuntas. “Aku ingin terus main sampai umurku 33 atau 34, namun aku belum memikirkan mengenai apa di klub ini maupun klub lain. Sehabis akhir musim ada kesempatan yang cukup tuk memikirkan masa depan,” ungkap Sokratis pada WAZ.de, yang dikutip Soccer Way. “Ada hal-hal yang kurang. Andai Anda masih muda, Anda punya banyak waktu tuk mendapatkan sesuatu, namun aku tak lagi muda. Aku mempunyai banyak waktu untuk diriku dan aku betul-betul mau memenangi satu titel.”

“Bagaimana pun sekarang masih terlalu awal guna mendiskusikan musim baru. Di musim panas, tidak sedikit hal yang bisa muncul, semua pemain datang lalu pergi,” tambah Sokratis. Sokratis berkesempatan mendapatkan trofi pertamanya kala Dortmund menghadapi Eintracht Frankfurt pada final Piala DFB, Minggu (28/5/2017) dini hari WIB.

Taklukkan Benteng Commerzbank-Arena, Dortmund Juara DFB-Pokal

Borussia Dortmund keluar sebagai juara DFB-Pokal musim ini. Dortmund mengakuisisi trofi setelah menaklukkan perlawanan Eintracht Frankfurt atas skor 2-1 pada partai final. Gol-gol Ousmane Dembele maupun Pierre-Emerick Aubameyang sebagai penentu kemenangan Dortmund di pertandingan yang ada di Stadion Olimpiade Berlin, Minggu (28/5) dinihari WIB. Sementara, satu gol balasan Eintracht dicetak dilancarkan Ante Rebic. Ini merupakan gelar ke-4 Dortmund di kompetisi DFB-Pokal. Mereka sebelum-sebelumnya pun menjadi juara tahun 1965, 1989, serta 2012. Jumlah gelar Dortmund tengah jauh dibawah Bayern Munich, yang sebagai klub tersukses di turnamen ini secara 18 gelar.

Gelar DFB-Pokal pun menjadi satu-satunya gelar yang dimenangkan Dortmund musim ini. Di arena Bundesliga, Die Borussen cuma finis di peringkat ketiga, sedangkan di Liga Champions mereka gagal di perempatfinal. Pada laga final, Dembele menghantarkan Dortmund memimpin lewat golnya di’ menit ke-8. Menerima operan \Lukasz Piszczek, Dembele yang berjalan di sisi kanan membodohi Jesus Vallejo jelang menjebol gawang Eintracht lewat kaki kirinya. Eintracht menyeimbangkan kedudukan menit ke-29. Suatu kesalahan di lini belakang Dortmund dimanfaatkan Eintracht guna melakukan counter attack cepat. Rebic langsung berhadapan kepada Roman Buerki setelah memperoleh umpan Mijat Gacinovic dan berhasil mengatasi kiper Dortmund itu.

Memasuki menit 67, Dortmund memperoleh hadiah penalti menyusul pelanggaran penjaga gawang Lucas Hradecky kepada Christian Pulisic. Aubameyang yang jadi eksekutor sukses mengecoh Hradecky pada tembakan bikinan Panenka ke arah tengah.