Persib Disanksi, Pemkot Bandung Bersedih

Persib Disanksi, Pemkot Bandung Bersedih

Pemkot kota Bandung mendapat dampak melalui hukuman yang diterima oleh Maung Bandung. Mereka tidak diperbolehkan bermain di Bandung serta dipaksa bermain di luar Pulau Jawa. Keputusan itu membikin jajaran pemerintahan Bandung bersedih.

Sanksi buat Persib Bandung itu merupakan dampak dari meninggalnya Haringga Sirila sesaat sebelum pertandingan Persib melawan Persija. Sanksi itu terjadi buat tim kesayangan warga Bandung sampai penghujung kampanye musim ini. Buat setengah kampanye musim pertama di kampanye musim selanjutnya, mereka diizinkan bertanding di Bandung, tapi tanpa suporter.

Sejak Maung Bandung disanksi, Pemerintah kota Bandung bersedih sebab kehilangan penghasilan dengan angka yang besar. Diberitakan melalui Antara, Kepala Dinas Pemuda serta Olahraga (Kadispora), Dodi Ridwansyah mengatakan uang hilang sampai ratusan juta rupiah.

“Sudah 4 kali laga tidak bermain di sini (GBLA), kita kehilangan pemasukan sampai Rp 360 juta, ” imbuhnya.

Uang itu dimanfaatkan oleh Pemkot Bandung buat perawatan kawasan stadion yang diambil dari APBD. Saat tidak ada pemasukan dari kesebelasan yang dijuluki Maung Bandung, Pemerintah kota Bandung menggelontorkan biaya setingkat lebih banyak buat pemeliharaan stadion.

“Penghasilan dari kesebelasan sebulan 2 kali mereka bayar Rp 90 juta, menjadi Rp 180 juta tiap bulannya. Buat pelatihan ini beda lagi. Anggap saja di dalam sebulan kami terima melalui Persib 200 juta buat pelatihan serta pertandingan, ” lanjutnya.

Tak mainnya Maung Bandung di Stadion GBLA tidak cuma membikin Pemerintah kota Bandung bersedih. Pendukung Persib pun bersedih karena kesempatan tim kesayangan mereka buat mengangkat trofi makin tertutup sebab mereka menerima kekalahan dari PSM Makassar.