Miralem Pjanic – Gelandang Serbabisa yang Punya Kreativitas serta Tembakan Bebas Akurat

Miralem Pjanic - Gelandang Serbabisa yang Punya Kreativitas serta Tembakan Bebas Akurat

Miralem Pjanic – Gelandang Serbabisa yang Punya Kreativitas serta Tembakan Bebas Akurat – Miralem Pjanic ialah satu diantara sejumlah pilar krusial di balik keberhasilan Juventus memperoleh Scudetto Serie A back to back yang ke-7 pada kampanye musim 2017/18. Kehadiran bintang yang beroperasi sebagai gelandang yang berasal dari Bosnia ini di lini tengah Juventus amat vital.

Pjanic, 28, ialah salah satu pesepakbola dengan atribut-atribut yang diinginkan untuk bertindak sebagai bintang yang beroperasi sebagai gelandang tingkat dunia. Teknik, visi, kreativitas serta skillnya didalam mengatur tempo penampilan mencakup top-class. Dirinya pun mempunyai sebuah senjata mematikan, yaitu tembakan bebas.

Ketika masih bermain untuk AS Roma, mantan pemain berposisi gelandang Lyon ini sempat 2 kompetisi musim back to back finis jadi pesepakbola dengan catatan operan yang sangat banyak di Serie A pada kompetisi musim 2014/15 serta kampanye musim 2015/16.

Talenta dan kemampuan Pjanic masih berkembang. Kala membuka karier profesional di Metz pada 2007, harganya hanyalah €500 .000, tetapi pada waktu ini berhasil menyentuh 65 juta Euro. Hal itu tarif yang cocok untuk salah satu bintang yang beroperasi sebagai gelandang serbabisa sepertinya.

Playmaker Spesialis Free Kick – Bila merujuk pada Wikipedia, pembeberan mengenai style of play atau pun gaya penampilan Pjanic sedikit panjang.

Diakui jadi 1 dari 100 bintang belia paling hebat di planet ini oleh Don Balon pada 2010, Pjanic tidaklah tipikal bintang yang beroperasi sebagai gelandang cepat serta bertenaga. Pjanic dinobatkan jadi playmaker tradisional dengan kemampuan teknik spesial. Pjanic ialah pesepakbola multiposisi.

Sejauh kariernya, Pjanic kebanyakan diturunkan sebagai bintang yang beroperasi sebagai gelandang sentral atau pun menjadi deep-lying playmaker di depan barisan lini bertahan. Dirinya mempunyai segala yang diinginkan untuk bermain dahsyat di posisi-posisi ini, terlebih kreativitas, visi, jangkauan umpan, dan kualitasnya untuk memegang bola dan menyusun tempo permainan.

Pjanic jago menyusun kans untuk kawan-kawannya. Selanjutnya, dirinya juga mempunyai insting menyarangkan skor yang kuat, khususnya dengan sepakan-sepakan dari luar daerah hukuman penalti. Enggak jarang pula dirinya berlari tanpa terlacak menuju ke wilayah berbahaya untuk merampungkan pekerjaan yang semestinya diperbuat para ujung tombak.

Tetapi bila ada 1 atribut yang boleh dinilai jadi senjata terkuat sosok Miralem Pjanic, maka hal tersebut merupakan tembakan bebas melengkungnya yang on target serta berhasil memakan tidak sedikit korban.

Setelah melaksanakan debut di Serie A, Pjanic sempat menyarangkan 37 goal didalam 220 permainan. Dari 37 skor tersebut, 15 di antaranya dirinya catat dengan free kick.

Sejauh masa yang sama (sejak 2011/12), total gol tembakan bebas langsung yang diciptakan Pjanic (15) sedikit lebih banyak paling tidak tiga skor dibandingkan beberapa pemain yang lain di liga teratas Italia.

Pjanic ialah satu diantara sejumlah spesialis tembakan bebas dan set-piece paling hebat di planet ini masa ini. Selain punya talenta bagus jadi pemain yang mengeksekusi tembakan bebas, ia pun amat keren didalam kirim assist dari situasi-situasi bola mati. Talenta itu enggak diperoleh serta merta.

Menyerap Ilmu Dari Sang Master – 1 tahun di Lyon dengan pesepakbola yang diakui menjadi master untuk urusan ini boleh disebut jadi waktu yang amat menentukan. Dari sang ahli ini, dirinya menyerap ilmu yang begitu bernilai.

Bintang yang dimaksud ialah Juninho Pernambucano, mantan bintang yang beroperasi sebagai gelandang Brasil yang tersohor mempunyai free kick mematikan.

Juninho memang punya teknik tembakan bebas yang berat dicari tandingannya. Teknik ini terkenal menjadi knuckle ball. Dengan teknik ini, bola nyaris enggak mempunyai spinning motion didalam lajunya. Knuckle shot yang pas menjadikan bola kayak bergoyang, arahnya kesulitan untuk dikira-kira, serta begitu pelik bagi keeper manapun untuk menghentikannya.

Dengan spesialisasinya itu Juninho membuat 44 skor untuk Lyon sepanjang waktu 2001-2009.

Pjanic bermain untuk Lyon periode 2008-2011, usai pindah dari kesebelasan profesional nya yang ke 1 (Metz) serta sebelum bermain untuk AS Roma. Itu mengartikan bahwa Pjanic sudah semusim bertanding dengan Juninho sebelum menegaskan statusnya di Italia.

Kayak dibilang di atas, satu kompetisi musim itu terbilang amat fundamental di dalam membuat Pjanic bertindak sebagai bintang kayak yang kita kenal pada waktu ini.

Pada Oktober 2015, terhadap L’Equipe, Juninho sudah omong soal Pjanic serta skillnya yang menurut ia begitu menawan.

“Berat membandingkannya dengan saya, lantaran saya enggak gemar kelewatan banyak ngomong soal diri sendiri,” ucap Juninho waktu itu. “Tapi Mire memiliki talenta yang menawan. Ia kemungkinan besar ialah penendang bebas paling hebat di dunia pada waktu ini. ”

“Tak, saya benar-benar percaya — dirinya merupakan yang paling hebat. ”

“Dia begitu efisien, serta yang begitu penting dirinya konstan. Hal tersebut bagian yang sangat pelik. Dirinya mempunyai beberapa variasi di dalam menendang. Ia dapat menelas tendangan dengan banyak cara, tergantung jaraknya. ”

“Saya benar-benar percaya bila ia mampu bekerja begitu keras. Periode itu (di Lyon), aku berucap kepadanya jika pengulangan merupakan hal begitu krusial untuk bertindak sebagai seorang penendang bebas yang spektakuler. Hal tersebut memang melelahkan, namun itu sungguh-sungguh yang begitu krusial. ”

“Mire senantiasa terpikat pada teknik free kick aku, terutama cara aku melatih teknik ini. Sayang sekali kebersamaan kami tak lama, sebab aku hengkang 1 tahun sehabis dirinya muncul dari Metz pada 2008. Dia sering bersama aku sehabis sesi pelatihan skuat habis, untuk melatih tembakan bebas. Kami membicarakan beberapa hal. ”

Pjanic sempat menyerap ilmu berharga dari masternya. Dirinya lalu memperbagus serta mengasah teknik sepakan bebasnya sendiri, yang mengutamakan akurasi dan presisi untuk menumbangkan para keeper. Sepanjang riwayat Serie A, ada sejumlah nama legendaris yang terkenal jadi spesialis free kick.