Injak Hazard, Marcos Rojo Terancam Sanksi Lima Pertandingan

Injak Hazard, Marcos Rojo Terancam Sanksi Lima Pertandingan?

 

Injak Hazard, Marcos Rojo Terancam Sanksi Lima Pertandingan – Manchester United harus bermain dengan sepuluh orang dalam kekalahan mereka atas Chelsea di Piala FA, sejak Ander Herrera diusir wasit di menit ke-35 babak pertama setelah dua pelanggaran pada Eden Hazard.

Sementara itu, beberapa kalangan percaya kartu kuning kedua untuk Herrera patut di pertanyakan, namun sebagian lagi merasa Manchester United sangat beruntung karena satu pemain (Herrera) yang diberhentikan dari pertandingan.

Berdasarkan informasi website yang menyajikan berita Liga Inggris ini, bek United, Marcos Rojo sering terlibat bentrokan sepanjang 90 menit, di mana bek internasional Argentina ini dituduh telah menginjak Hazard dalam sebuah insiden, namun tidak dlihat oleh ofisial.

Setelah menjatuhkan Hazard diluar kotak penalti United, Rojo kemudian dengan sengaja menginjak dada pemain Belgia terebut. Hazard kemudian segera berteriak dan menunjuk Rojo, namun para ofisial tidak bereaksi.

Mengingat bagaimana bek Bournemouth, Tyrone Mings yang baru saja mendapat sanksi larangan lima pertandingan setelah menginjak kepala Ibrahimovic, apakah perlu Rojo juga dikenakan hukuman retrospektif atas pelanggaran pada Hazard?

 

Berita MotoGP: Ini yang Akan Dilakukan Valentino Rossi di Tes Pramusim Terakhir

Berita MotoGP: Ini yang Akan Dilakukan Valentino Rossi di Tes Pramusim Terakhir

 

Berita MotoGP: Ini yang Akan Dilakukan Valentino Rossi di Tes Pramusim Terakhir – Beberapa jam jelang dimulainya tes terakhir di sirkuit Losail, Qatar, lintasan balap di sirkuit itu justru di tenggelamkan oleh badai gurun dan memakan waktu lama untuk dibersihkan dari pasir. Menunggu trek dibersihkan Valentino Rossi memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang akan dilakukannya di uji coba terakhir ini.

Dilansir dari Tuttomotori, Jumat (10/3), Rossi mengatakan bahwa ia akan mencari set-up yang tepat untuk motornya sebelum dimulainya balapan pertama MotoGP musim 2017 pada 28 Maret mendatang. Mengingat dia mendapatkan hasil yang buruk selama dua tes sebelumnya yakni di Sepang dan Australia.

“Motor kami baik, mesin kami pun tidak buruk, namun masih ada yang harus dilakukan. Sekarang mari kita lihat bagaimana kita dapat membuat kemajuan di Qatar dan memiliki ide yang lebih baik untuk balapan pertama,” ungkap Rossi.

“Kami akan bekerja keras dan mencoba banyak hal agar bisa memiliki kecepatan yang lebih baik,
terutama terkait pemilihan ban yang harus digunakan, karena saya sangat tidak senang dengan hal itu,” terangnya.

“Begitu banyak perubahan, begitu banyak hal yang harus dilakukan tetapi kami belum memecahkan hal itu,” tukasnya.

 

Mobil F1 Terlalu Canggih, Mahal dan Rumit, Tapi Membosankan

Mobil F1 Terlalu Canggih, Mahal dan Rumit, Tapi Membosankan

 

Mobil F1 Terlalu Canggih, Mahal dan Rumit, Tapi Membosankan – Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt mengatakan bahwa ajang balap Formula 1 modern, memiliki mobil yang terlalu canggih, terlalu mahal, dan terlalu rumit, bagi sebagian besar penggemar balap yang masih awam terhadap otomotif sehingga ajang balap itu menjadi begitu membosankan.

Sebagian besar penonton balap, menyukai drama yang hadir selama perlombaan tapi sekarang balap F1 tak banyak mempertontonkan hal tersebut. Oleh sebab itu Todt berkomitmen bahwa dia akan membawa kembali drama dan tontonan untuk olahraga jet darat tersebut.

“Kejuaraan ini perlu tindakan dan emosi,” kata Todt dikutip dari F1i, Senin (27/3).

“Kami kehilangan banyak emosi di trek dan kita harus mengatasi hal itu, bahkan jika semua tim enggan ketika berbicara tentang hal itu,” tegas Todt.

Selain masalah hilangnya drama pada perlombaan, Todt juga mengakui bahwa ada masalah pada aturan F1 yang membuat tim-tim memiliki kesejangan yang besar.

“Ada perbedaan yang terlalu besar antara anggaran tim terkecil dan tim terbesar,” katanya.

“Beberapa mobil lebih spektakuler dan lebih cepat dari yang lain, karenanya saya sedikit khawatir tentang adanya kesenjangan antar tim. Kesenjangan waktu dua detik dari lini tengah ke atas, saya nilai itu terlalu banyak,” tegasnya.